Posts

SYURGA DUNIA

  Syurga Dunia  Selamat datang di kebun binatang kekuasaan, di mana pejabat senior dan bos korporasi hidup seperti raja kecil dengan harem terselubung. Mereka pura-pura sibuk kerja, padahal sibuk menyetubuhi hierarki. Dinas luar negeri? Hotel bintang lima? Tiket pesawat kelas bisnis? Semua dibayar negara atau perusahaan. Bonusnya: staf muda yang “manis-manis” — bukan karena kompetensi, tapi karena tubuh mereka jadi alat barter karir.   Yang terlihat di permukaan: rapat, laporan, tanda tangan. Yang tersembunyi: ranjang jabatan. Quid pro quo bukan istilah Latin lagi, tapi menu harian.   Korban? Mereka belajar seni tutup mulut. Bicara berarti karir tamat, mutasi ke pelosok, atau PHK. Diam berarti ada peluang naik jabatan, jadi Kades, Camat, bahkan Bupati. Ya, banyak kursi politik diisi bukan karena prestasi, tapi karena prestasi di ranjang pejabat senior.   Di swasta lebih brutal: perusahaan melindungi citra, bukan korban. Banyak pegawai awet kerja, ...

Bahagia

  Dari 2006 sampai 2026. Dua puluh tahun. Status: duda. Bukan sekadar tanpa istri—bahkan pacar pun tidak ada. Kosong. Bukan pilihan romantis, tapi kondisi yang berjalan terlalu lama sampai jadi kenyataan yang harus ditelan setiap hari. Banyak orang bicara soal kebutuhan. Tapi ketika kebutuhan itu tidak punya jalur keluar, ia tidak hilang. Ia menumpuk. Mengendap. Lalu berubah bentuk. Hasrat yang tak tersalur, kedekatan yang tak pernah terjadi, sentuhan yang tak pernah ada—semuanya bertransformasi jadi sesuatu yang lain.  Emosi. Amarah. Sensitif terhadap hal-hal kecil. Dan sifat-sifat yang dulu tidak ada, sekarang muncul tanpa diundang. Ini bukan sekadar soal fisik. Ini soal keseimbangan yang tidak pernah tercapai.  Hari berjalan seperti biasa, kerja tetap dilakukan, aktivitas tetap dijalani. Tapi di dalam, ada ruang kosong yang tidak pernah benar-benar terisi. Dan ruang kosong itu tidak diam—dia berbicara dalam bentuk yang keras. Grup WhatsApp? Banyak. Terlalu banyak. Isin...

TERKUTUK

  Terkutuk  Yang aku sebut di bawah ini adalah serupa tapi tak sama  Intinya ya mereka mereka juga  Pemerintah  Penguasa  Oligarchy  Pejabat  Pengelola Negara  Buzzers Hoakers Rasanya ingin sekali  Memutilasi mereka semua Akibat perbuatan mereka  Bikin Rakyat Sengsara  Terkhusus aku Sehingga terus menerus Duda Sejak 2006-2026 Dengan kerja Srabutan Posisi ini sangat bikin dongkol Manusia Manusia terkutuk itu Di dalam gedung gedung tinggi Berpagar tinggi Berlindung dibawah segala hukum Hukum hukum ciptaan mereka sendiri  Berlindung dibawah pasal pasal Pasal pasal ciptaan mereka sendiri  Rasanya sangat greget Rasanya sangat marah Dan murka Lihat gedung DPR  Lihat gedung MPR Lihat gedung Mahkamah Konstitusi  Lihat gedung Pemerintah Yang besar megah berpenjaga tangkap rangkap Mereka di back up Uang Negara  Hanya untuk mengintimidasi kita kita RAKYAT INDONESIA yang tak berdaya...... Mereka meninggilan Pengeta...

Antara Inggris dan Belanda

  Indonesia pernah dijajah oleh segelintir bangsat imperialis yang haus kekuasaan dan sumber daya. Mulai dari Portugal yang datang pertama kali pada abad ke-16, merebut Maluku untuk rempah-rempah, tapi pengaruhnya terbatas. Spanyol ikut-ikutan, juga di Maluku, tapi bentrok dengan Portugal dan akhirnya mundur setelah Perjanjian Tordesillas. Inggris (Great Britain) sempat merebut sementara pada 1811-1816 selama Perang Napoleon, menguasai Jawa di bawah Raffles yang bikin reformasi tanah. Jepang datang brutal di Perang Dunia II, 1942-1945, janji kemerdekaan tapi sebenarnya eksploitasi tenaga kerja dan romusha yang bunuh jutaan. Belanda (Netherlands) adalah penjajah utama, melalui VOC sejak abad 17 hingga 1949, dengan kultuurstelsel yang nyedot darah rakyat untuk keuntungan Eropa. Yang lain? Prancis pernah coba invasi singkat di abad 18 tapi gagal total, dan Jerman punya pengaruh ekonomi tapi bukan penjajahan langsung. Itu saja, sisanya cuma pengaruh minor dari pedagang Arab atau Cina. ...

Espanol

  Seandainya Indonesia **tidak pernah merdeka** dan tetap menjadi **jajahan Spanyol** hingga 2026, skenario ini sangat spekulatif karena Spanyol historically hanya sempat menguasai sebagian kecil Maluku (Tidore, sementara) dan Minahasa utara di abad 16–17, sebelum kalah dari Belanda dan kehilangan hampir semua pengaruh di Nusantara. Untuk membuatnya tetap jajahan Spanyol hingga kini, kita asumsikan Spanyol memenangkan persaingan rempah di Maluku (mungkin melalui aliansi lebih kuat dengan Tidore, mengalahkan Portugis/Belanda lebih awal), lalu secara bertahap menguasai sebagian besar kepulauan timur hingga Jawa-Sumatra lewat perang, misi, dan perkawinan elit lokal di abad 17–19. Spanyol mempertahankan kendali melalui administrasi Manila-style yang sangat sentralisasi, Katolikisasi paksa masif (seperti di Filipina), dan represi keras terhadap pemberontakan Islam/Hindu. **Di tahun 2026**, "Las Islas Españolas de Indonesia" (atau nama resmi "Provincias Orientales Españolas...

Prancis

  Andai Indonesia Tidak Merdeka dan Masih Jadi Jajahan Perancis di 2026 Mari kita luruskan dulu fakta historisnya: secara riil, Indonesia tidak pernah dijajah Perancis secara utuh. Pengaruh Perancis di Nusantara sangat singkat dan terbatas, yaitu saat era Napoleon (1806-1811) ketika Belanda dikuasai Perancis dan Gubernur Jenderal Daendels dikirim untuk mempertahankan Jawa dari Inggris. Setelah itu, Perancis hengkang. Namun, jika kita bermain dengan skenario "andai" dan membayangkan Perancis berhasil mempertahankan serta memperluas koloninya di Nusantara hingga tahun 2026, inilah potretnya secara tajam dan terukur: 1. Bentuk Negara:  Bukan Republik, Tapi "Departemen Seberang Laut"    Kemungkinan besar, Indonesia tidak akan menjadi negara merdeka seperti sekarang. Wilayah ini akan berstatus mirip dengan Guyana Perancis di Amerika Selatan. Bukan sekadar koloni biasa, melainkan "Departement d'Outre-Mer" (Departemen Luar Negeri). Artinya, Jakarta, Surabaya,...

Portuguese

  Di tahun 2026, jika Indonesia tidak pernah merdeka dan tetap jajahan Portugis sejak abad ke-16 (mengasumsikan Portugal berhasil mempertahankan seluruh Nusantara melawan Belanda, Inggris, dan Jepang melalui keberhasilan Carnation Revolution gagal atau strategi kolonial lebih kuat), kondisinya akan sangat berbeda—mirip pola **Macau** (kembali ke China 1999 setelah otonomi tinggi) atau pola **Goa** (diambil India 1961), tapi skala jauh lebih besar dan rumit. **Politik & Administrasi**   Nusantara jadi **Província Ultramarina** terbesar Portugal, mungkin disebut "Estado da Índia e Insulíndia Portuguesa" atau "Província Ultramarina da Indonésia". Statusnya seperti Azores/Madeira sekarang: otonomi tinggi tapi tetap di bawah Lisboa. Gubernur Jenderal di Batavia/Jakarta, parlemen lokal terbatas, tapi warga punya kewarganegaraan Portugis penuh sejak 1950-an (seperti Timor Portugis dulu). Pemilu UE/Portugal berlaku, tapi separatisme diredam keras—gerakan kemerdekaan sep...